Personil Koes Plus
Tony adalah pemain musik berbakat tinggi
sekaligus pencipta lagu yang handal. Dia juga yang memacu adik-adiknya untuk
membawakan lagu ciptaan sendiri. Dia mahir memainkan gitar (melody), keyboard
dan piano. Dibandingkan dengan Beatles, dia seperti gabungan antara John
Lennon, Paul dan Goerge. Permainan pianonya sangat menonjol dalam lagu-lagunya.
Nada-nada yang dipilihnya sederhana, tetapi sangat berperan dalam mempercantik
lagu yang dimainkan. Coba simak lagu Why Do You Love Me atau Jangan Berulang Lagi (Volume IV) atau Menanti (dari album Volume 5). Dia juga sangat mahir
memainkan melodi gitar. Hampir semua
lagu mereka yang berirama rock and roll pasti diisi dengan permainan melodinya.
Simak misalkan lagu Rata-Rata (dari album Volume 14)
atau
Tradisi ( dari album Volume 7). Masih banyak lagu-lagu Koes
Plus yang tidak menggunakan alat musik keyboard atau piano yang menonjolkan
permainan gitarnya. Album khusus bereka yang berisi lagu-lagu demikian adalah:
Album Hard Beat, Folk Song, dan History of Koes Brothers. Lagu-lagu dari album
ini antara lain : Jemu, Oh Kasihan,Liku-Liku Laki-laki, Kemana, Hari Minggu,
Kala-Kala dan lain-lain. Lagu-lagu karangan Tony hampir semua populer: Kisah
Sedih di Hari Minggu, Cintamu t'lah Berlalu, Derita
(Volume 1), Kr. Pertemuan ( Volume 4), Nyanyian Malam (volume 7), Diana (Volume
8),Terlambat, O La La ( Volume 9), Kapan-Kapan (Volume 10), Kota Lama (Volume
11), Cinta Buta ( Volume 12),
Bali, Katresnan (pop jawa Volume 1), I will come to You
( dari album Another song for You). Harus diakui melodi-melodi Tony
banyak dipengaruhi oleh lagu-lagu Beatles dan John Lennon. Tapi pengaruh musik
etnis juga kental dalam lagu Koes. Di lagu Bali (pop jawa), akan kita dengar
nada-nada seperti suara gamelan. Dalam lagu Nusantara
IV (volume 10), nyata seklai pegaruh gendhing Jawa, dimana nada-nada
pentatonis begitu menonjol. Hampir di setiap pose fotonya, Tony selalu
tersenyum. Inilah trade mark Tony. Suatu ekpresi yang menggambarkan keramahan,
keoptimisan, percaya diri dan tidak egois.
Tahun 1987 Tonny
meninggal dalam usia 50 tahun. Indonesia sangat kehilangan musisi
sekaligus pencipta lagu hebat di samping Ismail Marzuki, Titik Puspa, dan Oma
Irama. Tetapi sayang sambutan masyarakat terhadap kepergian Tony sangatlah
minim seperti biasanya rakyat Indonesia menghargai tokoh dari bangsanya
sendiri. Dia diperlakukan seperti bukan
bekas bintang. Hanya beberapa koran memasang berita kepergiannya. Setelah
kepergian Tony praktis lagu-lagu Koes Plus tidak bertaring lagi.
Anggota yang kedua adalah Yon Koeswoyo.
Vokalis utama Koes Plus ini tidak menonjol dalam bermain musik. Dia hanya
memainkan ritem gitar. Tetapi suaranya yang bening menjadi kekuatan lain dari
Koes Plus. Dia juga pencipta lagu yang handal. Kebanyakan lagu-lagu Yon adalah
lagu bernada sendu, seperti: Hidup Yang Sepi (Volume 1), Penyesalan ( Volume 5), Untuk
Dia ( Volume 10), Hatiku Beku (Volume 9). Paduan suaranya bersama
anggota yang lain Yok, sangat menonjol dan menjadi ciri khas Koes Plus.
Terkadang juga suaranya dipadu dengan suara Tony. Simak lagu: Hatiku-hatimu (dari album the History of Koes Brothers),
Nusantara V (Volume 11), atau di reffrain lagu Kau Bina Hidup Baru (Volume 9, ciptaan Murry), di sana
sangat kelihatan perpaduan itu. Suara Yon yang bening memang menjadi daya pikat
tersendiri bagi Koes Plus. Suara Yon kelihatan sangat genit dalam lagu-lagu
keroncong : Penyanyi Tua ( Volume 1, album keroncong)
atau Penyanyi Butuh Uang atau Gadis Manis ( dari album
keroncong yang lain). Yon dikenal sebagai pribadi yang pemalu. Tidak
heran ketika manggung sedikit sekali dia mencoba berkomunikasi dengan penonton.
Yok adalah pemain
Bas. Dia paling urakan di panggung. Suaranya nge-rock. Tetapi bisa juga sangat
halus. Lagunya yang sangat terkenal adalah Maria (
Volume 11) dan Mawar Bunga ( Volume 12).
Maria adalah nama istrinya yang meninggal dunia karena kecelakaan. Itu terjadi
setelah mereka menyelesaikan album Volume 9. Kedua lagu tersebut berirama
sangat sendu. Pernah dinyanyikan ulang oleh Endang S. Taorina. Suara Yok yang
tinggi sangat pas didampingkan dengan suara Yon. Maka perpaduan keduanya
menjadi ciri khas Koes Plus yang sukar dicari tandingannya hingga sekarang.
Coba simak reffrain lagu Kau Datang Lagi, di sana akan terdengar suara Yok yang
melengking tinggi.
Dalam Koes Plus formasi awal ketika merekam
serial Koes Plus album volume I, setelah Nomo keluar dari Koes Bersaudara, Yok
tidak terlibat. Posisinya diganti Toto AR. Dia beralasan bahwa sikapnya itu sebagai bentuk solidaritasnya terhadap
kakaknya, Nomo. Nomo dipaksa Tony untuk memilih bermusik atau kerja lain.
Karena bermusik di waktu itu belum menjamin kehidupan ekonomi, akhirnya Nomo
keluar dari Koes Bersaudara.
Dalam Koes Plus
formasi terakhir Yok tidak ikut bergabung lagi. Lagu-lagu ciptaannya : Jangan
Sedih (Volume IV), Sonya (Volume V), Di mana Hatimu (Volume 8), Nusantara III
(Volume IX), Jangan Cemburu (Volume IX), Pantai Bali (Volume X), Jemu (Hard
Beat) dan masih banyak lagi. Permainan basnya cukup menonjol dalam lagu
Kala-kala atau Jangan Sedih.
Dia adalah plus dalam Koes Plus. Dialah
satu-satunya anggota Koes Plus yang bukan dari keluarga Koeswoyo. Pukulan
drumnya yang khas telah memberi warna tersendiri bagi Koes Plus. Pukulan
drumnya mungkin tidak akan terasa bagus kalau dia bermain dengan kelompok lain.
Tetapi digabung dengan permainan keyboard Tonny, pukulannya terasa istimewa.
Sebagai pemain drum dia tidak hanya pelengkap. Permainan drumnya menjadi ciri
khas dari lagu-lagu Koes Plus. Mendengarkan lagu Koes Plus dan Koes Bersaudara
akan terasa beda begitu mendengar pukulan drumnya. Kombinasi pukulan drumnya
dan permianan keyboard Tony, banyak mewarnai intro lagu Koes Plus. Dia juga
mencipta beberapa lagu yang cukup populer. Diantara lagunya adalah Pelangi, Doa
Suciku, Bertemu dan Berpisah, Hidup Tanpa Cinta, Semanis Rayuanmu, Kau Bina
Hidup Baru, Ayah dan Ibu, Bujangan, Pak Tani, Mobil Tua, Cobaan Hidup,
Cubit-cubitan. Murry benar-benar plus dalam artian memberi nilai plus kepada
Koes. Lagu Koes Plus yang paling dia sukai adalah Tiada Kata Terlambat (vol
XIV). Lagu yang diciptakan dan dinyanyikan Tony. Tony sendiri hampir selalu
terlibat memberi backing vocal untuk setiap lagu yang diciptakan Murry. Mungkin
ini sebagai bentuk sikap perlakuan istimewa Tony sebagai pimpinan Koes Plus
terhadap anggota bukan dari keluarga Koeswoyo. Dengan demikian Murry tidak
merasa menjadi orang lain dalam Koes Plus.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar